Pages

Tuesday, January 11, 2011

Kutipan dan Daftar Pustaka dalam Pembuatan Karya Tulis Ilmiah

Kutipan

Definisi Kutipan

Kutipan merupakan pendapat atau pernyataan dari seorang pengarang yang diambil dari teks acuan yang berfungsi untuk memperkuat pendapat sehingga memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kutipan dibedakan menjadi dua yakni, kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Pada bagian ini akan dibahas kutipan langsung beserta teknik penulisannya.

Kutipan Langsung

Kutipan langsung merupakan pinjaman pendapat seorang pengarang dengan mengambil teks secara lengkap dari sebuah teks asli dan ditulis apa adanya.

Kutipan langsung dibagi menjadi dua bagian, yakni kutipan langsung panjang, dan kutipan tidak langsung pendek.

A. Kutipan Langsung Panjang

Dinamakan kutipan langsung panjang jika kata lebih dari 40 kata atau lebih dari tiga baris ketikan.

Kaidah penulisannya:

(1)Teks diketik dalam spasi tunggal.

(2)Teks kutipan tidak dimasukkan dalam teks, tetapi ditempatkan pada tempat tersendiri.

(3)Pengetikan dibuat menjorok ke dalam dari teks dengan ketentuan dimulai pada ketukan ke-5 dari garis tepi sebelah kiri.

(4)Kutipan langsung panjang tidak diapit dengan tanda petik.

(5)Sumber kutipan berupa nama pengarang, tahun terbit, serta halaman dari sumber rujukan tidak dimasukkan ke dalam teks kutipan.

Contoh :

Simbol yang tergantung pada tujuan mulia ataupun sakral dari benda itu seperti yang dikemukakan oleh Ricoeur (1988:2),

B. Kutipan Langsung Pendek

Dinamakan kutipan langsung pendek jika kutipan tersebut kurang dari 40 kata kurang dari 3 baris. Kutipan ini dapat ditulis integral dalam teks.

Kaidah penulisannya:

(1)Ditulis dalam teks dengan mengikuti jarak spasi teks yang diikuti.

(2)Diapit dengan tanda petik.

(3)Sumber kutipan dapat diletakkan di awal atau dibelakang. Jika peletakan sumber kutipan di awal, maka nama sumber ditulis di luar tanda kurung, sedangkan tahun tebit dan nomor halaman ditulis dalam kurung.

Contoh:

Penganalisisan data ditujukan untuk mengupayakan pemahaman pembaca terhadap hakikat penelitian yang dilakukan. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Bodgan & Biklen (1982:145) yang berbunyi, “Analisis data adalah sebuah proses sistematis dalam mencari dan menata transkripsi wawancara, catatan-catatan lapangan, dan bahan-bahan lainnya yang berhasil dikumpulkan demi meningkatkan pemahaman Anda dan memudahkan Anda untuk mengkomunikasikan temuan penelitian Anda kepada pihak lain”.

Bila sumber kutipan ditulis di belakang, maka nama, tahun, dan halaman sumber diketik dalam kurung.

Contoh:

Mengenai pemakaian bahasa logika, senada dengan pernyataan yang berbunyi “pemakaian alat bahasa seperti kata, kalimat secara tepat sehingga setiap kata hanya mempunyai satu fungsi tertentu saja dan setiap kalimat hanya mewakili satu keadaan factual saja” (Wicoyo, 1997:7)…

Tambahan

Penggunaan kutipan langsung sebaiknya diminimalkan, karena kutipan langsung yang bersifat langsung ini tidak dapat dimodifikasi, sedangkan suatu karya ilmiah merupakan cerminan, pandangan, sikap atau pemikiran penulis. Cukup 30% penggunaan kutipan langsung dari seluruh kutipan yang ada. Oleh karena itu, sebaiknya meminimalkan penggunaan kutipan langsung.

Kutipan Tidak Langsung

Kutipan Tidak Langsung merupakan pinjaman pendapat seorang pengarang yang dikemukakan dengan gaya penulis, berupa inti sari pendapat tersebut dan ditulis tanpa tanda kutip serta terpadu dengan teks.

Kutipan tidak langsung dibagi menjadi dua bagian, yakni kutipan tidak langsung panjang, dan kutipan tidak langsung pendek.

A. Kutipan Tidak Langsung Panjang

Dinamakan kutipan tidak langsung panjang jika kutipan lebih dari satu paragraf.

Kaidah Penulisannya:

(1)Tulis nama sumber kutipan untuk memulai sebuah kutipan (tanpa tahun dan nomor halaman) kemudian tulis sumber kutipan di akhir kalimat kutipan ( nama, tahun, nomor, halaman dalam tanda kurung).

(2)Tidak ditulis dalam tanda petik, karena integral dalam teks.

(3)Ketentuan spasi dan margin, sma dengan teks yang lain.

Contoh :

Wujud penalaran ilmiah dalam pelaksanaanya sesuai dengan buah pikiran Shurter dan Pierce yang menyatakan bahwa penalaran induktif merupakan proses penalaran untuk menarik suatu prinsip / sikap yang berlaku umum atau suatu simpulan yang bersifat khusus berdasarkan atas fakta-fakta khusus. Penalaran induktif mugkin merupakan generalisasi, analogi, atau hubungan kausal. Generalisasi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu untuk menarik simpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa itu. Di dalam analogi, inferensi tentang kebenaran suatu gejala khusus ditarik berdasarkan kebenaran gejala khusus yang bersamaan. Hubungan kausal adalah hubungan ketergantungan antara gejala-gejala yang mengikuti pola sebab-akibat, akibat-sebab, atau akibat-akibat (Shurter & Pierce, 1997: 8).

B. Kutipan Tidak Langsung Pendek

Dinamakan kutipan tidak langsung pendek jika kutipan hanya satu paragraf atau hanya berupa kalimat saja.

Kaidah Penulisannya:

(1)Ditulis integral dalam teks.

(2)Tidak ditulis diantara tanda petik.

(3)Sumber kutipan dapat diletakkan di awal dan di akhir. Sumber kutipan di awal teks kutipan, terdiri dari nama akhir pengarang (ditulis di luar tanda kurung), tahun dan nomor halaman (ditulis di dalam tanda kurung). Bila sumber kutipan diakhiri teks kutipan maka pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman ditulis di dalam kurung. Bila pengarangnya dua orang, sebutkan nama akhir pengarang pertama dan nama awal pengarang ke dua. Bila pengarang lebih dari dua orang, cukup menulis nama akhir pengarang pertama lalu diikuti tanda koma ( , ) dan dkk

Contoh :

Sumber kutipan di awal teks

Pemahaman manusia terhadap simbol-simbol yang digunakan membutuhkan manusia untuk berfikir secara jernih dengan merumuskan simbol. Cassirer ( 1979:31-32) membedakan tanda dengan simbol, karena dianggap keduanya berada pada dua bidang pembahasan yang berbeda. Tanda adalah bagian dari dunia fisik, sedang simbol adalah bagian dari dunia makna manusiawi.

Sumber kutipan di belakang teks

Pemahaman baginya adalah sebagai modus eksistensi manusia, bukan suatu proses subjektif manusia yang dihadapkan kepada suatu objek. Gadmer pulalah yang mengupayakan bahwa hermeuneutik perlu ditingkatkan menjadi masalah kebahasaan, selain dikaitkan dengan estetika dan pemahaman yang historikal (Gadamer, 1975 : 429-421).

Pada bagian ini akan ditunjukkan beberapa contoh kutipan tidak langung dari beberapapengarang, diantaranya.

A. Satu orang pengarang

Sumber di depan

Cassirer (1979: 31-32) membedakan tanda dengan simbol,karena dianggap keduanya berada pada dua bidang pembahasan berbeda. Tanda adalah bagian dari dunia fisik, sedang symbol adalah bagian dari dunia makna manusiawi.

Sumber di belakang

Tanda dengan simbol dianggap berada pada dua bidang pembahasan berbeda. Tanda adalah bagian dari dunia fisik, sedang simbol adalah bagian dari dunia makna manusiawi (Cassirer 1979: 31-32).

B. Dua orang pengarang

Sumber di depan

Boglan & Beklen (1982: 31) mengatakan bahwa bentuk data yang dikumpulkan dalam penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan reflektif.

Sumber di belakang

Bentuk data yang dikumpulkan dalam penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan reflektif (Boglan & BIklen, 1982:31).

C. Tiga orang pengarang atau lebih

Sumber di depan

Sebagai hiburan, randai kerap kali dilaksanakan untuk mengiringi acara-acara adat dan perhelatan (kenduri). Hal ini ditegaskan oleh Esten, dkk (1981:115) yang menyatakan bahwa permainan randai adalah bagian-bagian dari acara-acara kegembiraan, perhelatan, atau bentuk-bentuk pesta lainnya di dalam masyarakat Minangkabau.

Sumber di belakang

Pemainan randai adalah bagian-bagian dari acara-acara kegembiraan, perhelatan, atau bentuk-bentuk pesta lainnya di dalam masyarakat Minangkabau (Esten, dkk, 1981:115).

Tambahan

Penggunaan kutipan langsung sebaiknya diminimalkan, karena kutipan langsung yang bersifat langsung ini tidak dapat dimodifikasi, sedangkan suatu karya ilmiah merupakan cerminan, pandangan, sikap atau pemikiran penulis. Cukup 30% penggunaan kutipan langsung dari seluruh kutipan yang ada. Oleh karena itu, sebaiknya meminimalkan penggunaan kutipan langsung.

Daftar Pustaka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantmkan judul buku, nama pengarang, penerbit dsb yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau bku dan disusun berdasarkan abjad. Daftar sendiri didefinisikan sebagai catatan sejumlah nama atau hal yang disususn berderet dari atas ke bawah.

Salah satu fungsi dari daftar pustaka adalah untuk memberikan arah bagi para pembaca buku atau karya tulis yang ingin meneruskan kajian atau untuk melakukan pengecekan ulang terhadap karya tulis yang bersangkutan. Fungsi dari daftar pustaka adalah untuk memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku atau karya tulis yang dirujuk terhadap hasil karyanya yang turut menyumbang peraran dalam penulisan karya tulis yang kita tulis. Dan fungsi lain daftar pustaka yang tak kalah penting adalah menjaga profesionalitas kita (jika kita sebagai seorang penulis karya tulis) terhadap tulisan yang kita buat.

Unsur-unsur dalam Daftar Pustaka

- Penulis. Mencakup penulis utama, pendamping (bila ada) dan

editor (bila ada). Nama penulis umumnya terdiri dari 3 bagian

: nama sendiri (given name), nama tengah (middle name),

nama keluarga (family name). Cara penulisannya dalam daftar

pustaka adalah dengan menyebutkan nama keluarga terlebih

dahulu

- Judul. Ditulis secara lengkap, dengan nomor edisi bila ada

- Fakta-fakta penerbitan. Mencakup kota tempat penerbitan

buku itu, nama enerbit dan tahun penerbitan

Penyusunan

Penyusunan Daftar Pustaka

- Penyusunan daftar pustaka dan penunjukannya pada naskah

mengikuti salah satu dari tiga sistem berikut :

- Nama dan Tahun (Name and Year System). Daftar pustaka disusun

secara abjad berdasarkan nama akhir penulis dan tidak dinomori.

Penunjukan pada naskah dengan nama akhir penulis diikuti tahun

Penerbitan

- Kombinasi Abjad dan Nomor (Alphabet-Number System). Pada

sistem ini cara penunjukannya dalam naskah adalah dengan

memberikan nomor sesuai dengan nomor pada daftar pustaka yang

disusun sesuai abjad

- Sistem Nomor (Citation Number System). Kutipan pada naskah diberi

nomor berurutan dan susunan daftar pustaka mengikuti urutan seperti

tercantum pada naskah dan tidak menurut abjad

Jenis-jenis Daftar Pustaka

- Kelompok Textbook

- Penulis perorangan

- Kumpulan karangan beberapa penulis dengan editor

- Buku yang ditulis / dibuat oleh lembaga

- Buku terjemahan

- Kelompok Jurnal

- Artikel yang disusun oleh penulis

- Artikel yang disusun oleh lembaga

- Kelompok makalah yang diresentasikan dalam seminar / konferensi /

Symposium

- Kelompok disertasi / tesis

- Kelompok makalah / informasi dari Internet

Contoh Daftar Pustaka Karya Tulis Ilmiah

Arikunto, S. (2005). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

BNSP, (2007). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SD/MI Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dasar Kelas V.

Depdikbud. (1999). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Badan Penelitian Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Jakarta: Dikti.

Depdiknas. (2003). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Depdiknas.

Depdiknas. (2004). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Depdiknas. (2007). Pedoman Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Dirjen Manajemen Dikdasmen, Dirpom Tk dan SD, BNSP.

Haryanto, (2003). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hollands Roy, (1983). Kamus Matematika Departement of Mathematics Dundee Colloge of Education. Jakarta: Erlangga

Rahmat, et al. (2006). Belajar Matematika dengan Orientasi Penemuan dan Pemecahan Masalah. Bandung: Sarana Pancakarya.

Ruseffendi. (1992). Pendidikan Matematika 3. Jakarta: Depdikbud

Sinaga, M. et al. (2006). Terampil Berhitung Matematika untuk SD Kelas IV. Jakarta: Erlangga

Suryabrata, S. (2002). Metodologi Penelitian Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Suherman, E. et al (2001). Common Textbook Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Jica UPI

Surya, Y. (2006). Matematika itu Asyik 5A. PT. Arman Delta Selaras.

Wijaya, C. dan Rusyan, T. (1992). Kemampuan Dasar Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Eko Harmiko (10108684)

Sumber : dari berbagai sumber

No comments:

Post a Comment

Post a Comment